Sunday, April 16, 2017

Pil Pelancar Haid | Jual Pil Pelancar Menstruasi

Sehatat Dan Amankah Mengonsumsi Pil Pelancar Haid?
Pil Pelancar Haid biasa digunakan ketika kita mengalami periode haid yang tidak teratur. Anda dikatakan memiliki jadwal haid yang tidak teratur apabila jadwal periode haid Anda kurang atau lebih dari 21 hingga 28 hari setelah periode sebelumnya. Terapi hormon untuk siklus haid yang tidak teratur biasanya diresepkan untuk membantu mengontrol haid tersebut.

Pil kontrol kehamilan (pil KB) bisa dapat membuat haid Anda menjadi lebih sedikit, atau tidak bisa haid selama beberapa bulan atau haid yang lebih jarang atau sering (atau bahkan tidak haid sama sekali). Jika Anda memiliki periode haid yang tidak beraturan setelah konsumsi pil KB, Anda perlu mengkonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pil KB berjenis lain.

Berisiko Untuk Wanita Hamil
Pil pelancar haid seperti cytotec, misoprostol, dan gastrul tidak boleh digunakan untuk wanita hamil. Menggunakan obat ini akan meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi pil pelancar haid adalah pusing, tekanan darah meningkat, peningkatan berat badan, dan terkadang disertai flek hitam pada wajah, dan rasa mual.

Perlukah Anda Mengonsumsi Pil Pelancar Haid?
Kebutuhan terapi haid yang tidak beraturan tergantung pada penyebab dan keinginan untuk memiliki anak. Haid yang tidak teratur dapat disebabkan oleh banyak hal. Perubahan tingkat hormon tubuh, seperti estrogen dan progesteron dapat mengganggu pola pada saat normal haid Anda. Inilah yang menyebabkan wanita muda yang baru memasuki masa pubertas dan wanita yang mendekati masa menopause biasa mengalami haid yang tidak teratur.

Biasanya, terapi tidak dibutuhkan untuk siklus haid yang tidak teratur, kecuali kondisinya berlebihan atau mengganggu. Cara untuk memperbaiki kondisi ini adalah dengan melakukan terapi pada penyakit yang menyebabkan siklus haid tidak teratur (tidak seimbangnya hormon di dalam tubuh), mengubah pil KB, perubahan gaya hidup (menurunkan berat badan), terapi hormon, dan operasi untuk kondisi tertentu.

No comments:

Post a Comment